• wong ikhlas iku ora ngarep-arep opo-opo, nanging gampang oleh opo-opo
Sejarah Nurul Ummah
Diposting tanggal: 25 Oktober 2011

Perkembangan PP. Nurul ummah Putra

           Perkembangan dan pembinaan di PPNU  telah mengalami beberapa kali perubahan dalam proses pencarian bentuk dengan perkembangan sebagai berikut:

Periode Awal

Periode awal ini ditandai dengan dimulainya kegiatan pengajian untuk masyarakat di sekitar pondok pada pertengahan bulan Rajab 1406 H. Pengajian itu bertempat di pendopo rumah Kyai dan diselenggarakan tiap malam Rabu dan Ahad pagi. Pengajian ini bertujuan untuk mengintegrasikan antara Pondok dengan masyarakat sekitarnya. Pengajian tersebut tetap berjalan hingga saat ini dengan jamaah yang semakin bertambah banyak

Pada Bulan Ramadhan 1406 H dimulai penerimaan santri baru, tetapi pada saat itu hanya merupakan program khusus bulan Ramadhan. Santri Ramadhan yang pertama tersebut terdiri atas 23 orang santri Putra dan mereka menempati ruang asrama yang baru yang masih dalam tahap penyempurnaan. Sementara 5 orang santri Putri masih serumah dengan Kyai.

Kegiatan perdana sebagai pondok pesantren yang mengadakan pengajian bagi santri menetap dimulai tanggal 15 Syawwal 1406 H. Pengajian ini memakai sistem bandongan dan sorogan dengan materi al-Qur’an dan beberapa kitab kuning. Pada saat itu merupakan tahun pertama PPNU mendapat Piagam dari Kanwil Depag DIY No. A 8655 tanggal 9 Juli 1986.

Masa berikutnya, yaitu pada bulan Syawal 1407 H. dikembangkan sistem klasikal sebagai pendukung sistem, karena jumlah santri yang semakin meningkat dengan bekal pengetahuan agama yang bervariasi.

Satu tahun kemudian, pada bulan Syawal 1408 H. kurikulum sistem klasikal itu dibakukan. Pembagian sistem klasikal tersebut dibagi ke dalam jenjang kelas persiapan 2 tahun dan kelas madrasah 4 tahun (kelas I sampai kelas IV).

Periode Kedua

Sejalan dengan pergantian tahun dan semakin bertambahnya jumlah santri yang masuk ke PPNU, maka pada tahun 1411 H./1991 M. didirikan Madrasah Diniyah Nurul Ummah (selanjutnya disingkat MDNU) dengan struktur kepengurusan yang berdiri sendiri sejajar dengan kepengurusan organisasi Ikatan Santri Nurul Ummah (selanjutnya disingkat ISNU).

Dengan demikian semenjak tahun 1991 di PPNU terdapat dualisme kepengurusan dalam satu atap dengan bidang pengelolaan yang berbeda. MDNU mengelola sistem madrasah, sedangkan ISNU menangani pengajian santri serta kegiatan lainnya, yang berada di luar kegiatan madrasah diniyah. MDNU mendapat pengakuan dari Kanwil Departemen Agama Prop. DIY dengan Piagam Madrasah Diniyah No. 91199 tertanggal 27 Agustus 1991. Untuk mengatasi adanya dualisme kepengurusan, maka pada tahun 1995 dua kepengurusan tersebut difusikan dalam wadah Pengurus Pondok Pesantren Nurul Ummah.

Dilihat dari segi perkembangannya, PPNU telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dari segi sarana fisik maupun kuantitas santrinya. Mengingat transformasi  sosial yang semakin cepat dan tuntutan zaman semakin banyak, maka diperlukan pionir-pionir yang berkualitas yang mampu memberikan respon positif. Maka PPNU dituntut untuk terus berbenah diri sehingga dapat mencapai keberhasilan yang nyata, yaitu melahirkan santri-santri yang berkualitas sesuai dengan cita-cita PPNU.

( sumber : www.nurulummah.com)